Selamatkan Kami
Dari Neraka Ini!!!
 |
Gambar 1 : Beruang Kesepian Sumber : Dokumentasi Pribadi |
K ebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan salah satu pusat konservasi satwa
di Jawa Timur yang terletak di Ibu Kota Daerah Jawa Timur tepatnya di jalan
Stail No 1 Wonokromo Surabaya. Kebun Binatang Surabaya merupakan kebun binatang
terbesar se-Asia Tenggara. Terdapat
lebih dari 351 spesies dan lebih dari 2000 hewan yang hidup di kebun binatang
ini. Salah satu diantaranya termasuk spesies asli Indonesia dan terancam punah
di dunia, baik.Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces. Hal ini menunjukkan Kebun
Binatang Surabaya (KBS) memiliki berbagai macam keanekaragaman hayati mulai
dari binatang yang berukuran kecil sampai binatang yang berukuran besar.
Perlindungan
Fauna ini memiliki luas lahan sekitar 15 hektar 85.000 m2 di Kota
Surabaya yang dihuni oleh sekitar 4025 satwa. Jumlah satwa yang tidak sebanding
dengan luas lahan yang tersedia, menyebabkan Kebun Binatang Surabaya ini
kelebihan kapasitas. Sehingga, banyak
satwa-satwa yang “stress” karena tidak memiliki ruang gerak yang bebas.
Selain itu, kurangnya Sumber Daya
Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), dan dana yang dilansir ikut andil dalam menentukan
banyaknya kasus kematian satwa di Kebun Binatang tersebut.
M. Machmud Ketua DPRD Surabaya menduga
kematian satwa yang terjadi secara beruntun akhir-akhir ini akibat ulah dari
oknum karyawan sendiri, seperti yang dikatakan M. Machmud “Diketahui dalam satu
bulan (awal Januari sampai awal Februari) lebih dari lima satwa yang mati. Ini
indikasi didalamnya tidak beres.” Sehingga beliau menyarankan kepada Direktur
KBS untuk lebih mengawasi kinerja pegawai KBS supaya kelestarian satwa KBS
tetap terjaga.
Prof. Setiawan Koesdarto, Guru Besar
fakultas Kedokteran Hewan UNAIR mengatakahn bahwasannya minuman untuk satwa
kurang sehat dan bersih, sehingga kesehatan satwa kurang tejamin. Selain itu , Pof. Setiawann
menyebutkan pakan juga harus diperhatikan oleh pengelola KBS dimana satwa tidak
hanya diberikan daging berlemak agar gemuk tetapi juga harus dicermati takaran
rasionya.
Di samping itu, adanya laporan yang
diajukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada KPK yang menduga adanya
tindak pidana korupsi dalam pengurusan KBS. Tri Rismaharini juga menduga adanya
tukar guling satwa koleksi KBS dengan mobil.
Kita sebagai manusia tentu saja
hati kita akan tergertak ketika melihat betapa mengenaskannya hewan-hewan yang
ada disana. Habitat yang tidak sesuai, sumber makanan yang menipis, ditambah
lagi adanya rumor bahwa Kebun binatang Surabaya dijadikan tempat korupsi bagi tikus-tikus tak punya akal itu. Bahkan
sampai adanya slogan yang mengatakan
bahwa KBS adalah singkatan dari Kuburan
Binatang Surabaya. Mengenaskan Sekali. Ingatah Mereka Juga punya perasaan!
|
 |
Gambar 2 : Babi Terkena Penyakit Sumber : Dokumentasi Pribadi |
Dari permasalahan di atas, penulis menyarankan
pembenahan SDM dan SDA pada Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk mengurangi
kasus kematian satwa secara tidak wajar. Selain itu, perlu adanya pengawasan
secara rutin anggaran dana pada kualitas pangan dan papan satwa, sehingga
pengunjung merasa puas. Pembenahan untuk pelestarian KBS tidak hanya dituntut
pada pengelola dan pegawai KBS, melainkan juga pengunjung kebun binatang
tersebut untuk tidak membuang sampah di wilayah KBS terutama di sekitar kandang
satwa.
Artikel ini disusun oleh: 1. Jannatin Aliyah 2.Lailatul Ahadia 3. Luluk Imasnuna 4. Restu Maharani Jalil |
|
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar